Berdiskusi adalah kegiatan yang seringkali dilakukan oleh banyak orang dari zaman dahulu kala hingga di era modern seperti sekarang ini. Secara bahasa, kegiatan ini adalah sebuah komunikasi kepada dua orang atau lebih di mana komunikasi di dalamnya membahas sebuah atau beberapa topik. Bagi sebagian orang kegiatan ini sangatlah menyenangkan karena akan menimbulkan suatu pemaham yang baru atau bahkan yang lebih mendalam terkait topik yang sedang dibicarakan, namun tak jarang juga orang-orang menghindarinya karena tentu terkadang kegiatan diskusi memunculkan suatu konflik atau perdebatan dan bahkan perbincangan yang tiada maknanya.
Terlepas dari itu semua, diskusi sungguh menarik untuk ditelaah. Terkadang orang yang berdiskusi perihal topik yang benar-benar paham sebelumnya atau sudah diketahui akan terlihat sangat mudah dan tentunya hasil akhir sudah dapat disimpulkan bahwa orang tersebut akan mendominasi dalam kegiatan diskusi tersebut. Hal tersebut wajar karena sangat naluriah ketika seseorang memahami sesuatu sedetail mungkin dia akan cenderung lebih aktif. Sebaliknya, orang yang tidak memahami topik dalam kegiatan diskusi tersebut akan cenderung defensive atau bahkan diam dan mengikuti alur diskusi tersebut. Yang patut dipertanyakan di sini adalah pentingkah sebuah topik untuk dikuasai oleh seseorang yang terlibat dalam sebuah diskusi. Jika musti harus dijawab dari pertanyaan tersebut pastilah akan ada yang menjawab penting dan ada pula yang menjawab tidak. Ini lah yang menjadikan diskusi ini tidak membosankan jika dikaji.
Seringkali didapati sebuah ketidaksamaan dalam konteks pemahaman jika orang-orang yang terlibat dalam diskusi tidak menguasai topik pembicaraan. Ambil contoh, ketika seorang, katakanlah namanya Andi, yang memiliki latar belakang pendidikan sastra mengajak seorang kawannya yang bernama Budi dengan latar belakang pendidikan yakni teknik untuk berdiskusi perihal tugas kuliahnya. Pada momen-momen awal diskusi, sudah sangat bisa ditebak bahwa Budi akan cenderung pasif dan mungkin akan merespon ala kadarnya, dan tentu saja diskusi tersebut tidak akan berjalan dengan baik sesuai harapan Andi karena memang Budi sama sekali tidak memiliki kapasitas keilmuan sesuai dengan Andi perihal sastra, dan itu sangat bodoh mencocokkan dua hal yang benar-benar berbeda jenis. Jika misalnya dipaksakan untuk tetap berdiskusi hingga akhir dengan topik yang sama, diskusi itu akan menjadi suatu kegiatan yang sia-sia untuk keduanya karena baik Andi maupun Budi tidak akan mendapatkan pemahaman yang sebagaimana menjadi tujuan sebuah diskusi.
"Andi, apa yang sebenarnya kamu sedang bicarakan ini?. jujurlah saja bahwa aku tidak tahu-menahu perihal sastra selayaknya kamu". Demikianlah yang mungkin terucap dari mulut Budi.
Pun semisal Andi membalas ucapan kawannya tersebut, ia tak akan menemukan pernyataan yang memuaskan. "Setidaknya berpendapatlah sebisamu kawanku, kita berdiskusi tidak untuk saling mengetahui siapa yang paling hebat dalam bidang ini".
"Andi, kawanku, menguasai topik tentang bidangku sendiri, yaitu teknik belumlah tuntas pemahamanku, sangatlah malang rupaku jika harus belajar tentang permasalahan topikmu". Pernyataan Budi ini juga bisa merefleksikan keadaan dalam diskusi tersebut.
Lebih daripada itu, jikalau kedua belah pihak sama-sama memahami konten topik yang diangkat dalam diskusi akan sangat terpampang jelas pendalaman wawasan yang begitu jauh. Budi yang meskipun ahli dalam bidak teknik juga berwawasan luas tentang dunia sastra akan sangat mendetail birdiskusi dengan Andi ketika membicarakan karya sastra. Diskusi yang mereka lakukan terasa sangat menyegarkan batin serta akal mereka sehingga keilmuan mereka semakin luaslah. Otomatis, tidak perlu kiranya membolak-balikkan kata-kata supaya salah satunya paham apa yang maksud, cukuplah sedikit kata maka kawan diskusi akan segera mengetahui maksud dan tujuannya. Dan lagi, topik yang didiskusikan sebelumnya akan berkembang dan berkembang, lebih-lebih akan memunculkan suatu ide baru tentang permasalahan topik tersebut. Lantaran hal tersebut, sangatlah dirasa penting untuk benar-benar memahami topik diskusi agar individu-individu yang ada dalam diskusi bisa belajar, memperdalam wawasannya.
Bagaimanapun, masih ada banyak orang yang berpendapat tentang ketidakperluan memahami topik dalam diskusi. Diskusi hendaknya dilakukan senatural mungkin karena orang lain akan bisa mengenal satu sama lain dari pola pikir atau tindak-tanduk orang tersebut. Dalam kata lain, diskusi lebih dari sekedar membicarakan topik permasalahan. Diskusi adalah proses belajar dengan berkomunikasi ke banyak orang di mana pembelajarannya berupa cara berfikir, penyampaian pendapat serta sikap yang ditunjukkan dalam merespon antar individu dalam kegiatan diskusi tersebut. Selain itu, walaupun dangkal ilmunya, berpendapat sebisa mungkin terkait topik yang sedang dibicarakan dalam suatu kegiatan diskusi tidak jarang memunculkan keterbukaan dalam perbedaan. Umumnya kelompok yang paham mengenai topik akan memberikan penjelasan yang relevan dengan kemampuan kelompok yang belum terlalu paham dengan topik.
Berdiskusi dengan tidak mengedepankan pemahaman topik terlebih dahulu bagi orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda sangatlah kaya. Jika diumpamakan, Rio adalah sarjana psikologi yang sedang berdiskusi tentang politik dengan kedua temannya, Siti dan Ari, yang mana keduanya adalah sarjana ekonomi dan olahraga nampaknya akan sukar ditemukan titik temunya. Akan tetapi, tidak jarang diskusi itu tetap hidup dengan saling mengutarakan opini melalui keahlian bidangnya. Rio akan membahas politik dari kacamata psikologi dan begitu juga seterusnya Siti dan ari melalui bidang keahliannya masing-masing. Hal ini pada ujungnya akan memiliki sumbu temunya kaena ilmu bersifat universal, arti ilmu sangatlah mampu dikaitkan satu sama lain. Mereka bertiga tentunya akan meyerap berbagai pandangan dan saling belajar dalam diskusi tersebut. Sudah jelas, politik bukanlah topik keahlian mereka, namun sense mereka melalui ilmu pengetahuan masing-masing yang saling menghubungkan mereka. Justru, akan sangat elok terlihat jika seseorang memiliki wawasan luas dari lintas ilmu disiplin yang ada. Oleh karena sudut pandang yang berbeda-beda inilah, satu topik yang dibahas bersama-sama akan membuahkan pemikiran yang berbagai macam. Hal ini yang membuat diskusi tersebut terlihat kaya
Perlu untuk direnungkan, orang hidup sekarang ini berada pada lingkungan yang sangat heterogen, tidak hanya perihal asal-usulnya namun juga akalnya. Secara tempat asal lahir mungkin sama, tetapi pandangan filosofi hidup tiap orang sangatlah berbeda. Perbedaan inilah yang membuat masyarakat kaya. Melalui diskusi baik itu formal maupun non-formal perbedaan tidaklah harus mewajibkan adanya pemahaman topik, lebih-lebih jika sudah memahami topik akan memperdalam pemahaman topik itu sendiri sehingga semakin dekatlah pada kebermanfaatan hidup di dunia.
"Andi, apa yang sebenarnya kamu sedang bicarakan ini?. jujurlah saja bahwa aku tidak tahu-menahu perihal sastra selayaknya kamu". Demikianlah yang mungkin terucap dari mulut Budi.
Pun semisal Andi membalas ucapan kawannya tersebut, ia tak akan menemukan pernyataan yang memuaskan. "Setidaknya berpendapatlah sebisamu kawanku, kita berdiskusi tidak untuk saling mengetahui siapa yang paling hebat dalam bidang ini".
"Andi, kawanku, menguasai topik tentang bidangku sendiri, yaitu teknik belumlah tuntas pemahamanku, sangatlah malang rupaku jika harus belajar tentang permasalahan topikmu". Pernyataan Budi ini juga bisa merefleksikan keadaan dalam diskusi tersebut.
Lebih daripada itu, jikalau kedua belah pihak sama-sama memahami konten topik yang diangkat dalam diskusi akan sangat terpampang jelas pendalaman wawasan yang begitu jauh. Budi yang meskipun ahli dalam bidak teknik juga berwawasan luas tentang dunia sastra akan sangat mendetail birdiskusi dengan Andi ketika membicarakan karya sastra. Diskusi yang mereka lakukan terasa sangat menyegarkan batin serta akal mereka sehingga keilmuan mereka semakin luaslah. Otomatis, tidak perlu kiranya membolak-balikkan kata-kata supaya salah satunya paham apa yang maksud, cukuplah sedikit kata maka kawan diskusi akan segera mengetahui maksud dan tujuannya. Dan lagi, topik yang didiskusikan sebelumnya akan berkembang dan berkembang, lebih-lebih akan memunculkan suatu ide baru tentang permasalahan topik tersebut. Lantaran hal tersebut, sangatlah dirasa penting untuk benar-benar memahami topik diskusi agar individu-individu yang ada dalam diskusi bisa belajar, memperdalam wawasannya.
Bagaimanapun, masih ada banyak orang yang berpendapat tentang ketidakperluan memahami topik dalam diskusi. Diskusi hendaknya dilakukan senatural mungkin karena orang lain akan bisa mengenal satu sama lain dari pola pikir atau tindak-tanduk orang tersebut. Dalam kata lain, diskusi lebih dari sekedar membicarakan topik permasalahan. Diskusi adalah proses belajar dengan berkomunikasi ke banyak orang di mana pembelajarannya berupa cara berfikir, penyampaian pendapat serta sikap yang ditunjukkan dalam merespon antar individu dalam kegiatan diskusi tersebut. Selain itu, walaupun dangkal ilmunya, berpendapat sebisa mungkin terkait topik yang sedang dibicarakan dalam suatu kegiatan diskusi tidak jarang memunculkan keterbukaan dalam perbedaan. Umumnya kelompok yang paham mengenai topik akan memberikan penjelasan yang relevan dengan kemampuan kelompok yang belum terlalu paham dengan topik.
Berdiskusi dengan tidak mengedepankan pemahaman topik terlebih dahulu bagi orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda sangatlah kaya. Jika diumpamakan, Rio adalah sarjana psikologi yang sedang berdiskusi tentang politik dengan kedua temannya, Siti dan Ari, yang mana keduanya adalah sarjana ekonomi dan olahraga nampaknya akan sukar ditemukan titik temunya. Akan tetapi, tidak jarang diskusi itu tetap hidup dengan saling mengutarakan opini melalui keahlian bidangnya. Rio akan membahas politik dari kacamata psikologi dan begitu juga seterusnya Siti dan ari melalui bidang keahliannya masing-masing. Hal ini pada ujungnya akan memiliki sumbu temunya kaena ilmu bersifat universal, arti ilmu sangatlah mampu dikaitkan satu sama lain. Mereka bertiga tentunya akan meyerap berbagai pandangan dan saling belajar dalam diskusi tersebut. Sudah jelas, politik bukanlah topik keahlian mereka, namun sense mereka melalui ilmu pengetahuan masing-masing yang saling menghubungkan mereka. Justru, akan sangat elok terlihat jika seseorang memiliki wawasan luas dari lintas ilmu disiplin yang ada. Oleh karena sudut pandang yang berbeda-beda inilah, satu topik yang dibahas bersama-sama akan membuahkan pemikiran yang berbagai macam. Hal ini yang membuat diskusi tersebut terlihat kaya
Perlu untuk direnungkan, orang hidup sekarang ini berada pada lingkungan yang sangat heterogen, tidak hanya perihal asal-usulnya namun juga akalnya. Secara tempat asal lahir mungkin sama, tetapi pandangan filosofi hidup tiap orang sangatlah berbeda. Perbedaan inilah yang membuat masyarakat kaya. Melalui diskusi baik itu formal maupun non-formal perbedaan tidaklah harus mewajibkan adanya pemahaman topik, lebih-lebih jika sudah memahami topik akan memperdalam pemahaman topik itu sendiri sehingga semakin dekatlah pada kebermanfaatan hidup di dunia.
Komentar
Posting Komentar