Sadarkah Akan Kemampuanmu??

Manusia diciptakan oleh Tuhan sangatlah beragam. Perlu digarisbawahi di sini keberagaman yang dimaksud adalah dalam konteks kemampuan. Benarlah memang setiap individu di dunia ini memiliki kemampuannya masing-masing, dan setiapnya pula tidak sama satu sama lain. Sangatlah unik Tuhan menciptakan manusia seperti ini. Bukankah keberagaman ini bisa dijadikan alat untuk manusia saling berkolaborasi, dan justru bukan untuk berkompetisi. Manusia dengan segala kemampuannya tersebut menjadikannya manusia yang berarti di dunia ini. Tidak jarang manusia berusaha untuk selalu memahami, memaksimalkan serta menjelajahi secara mendalam perihal kemampuannya tersebut.

Di sisi lain, tidak sedikit pula manusia yang merasa bahwa ia tidak diciptakan memiliki kemampuan selayaknya manusia yang lain. Sungguh ironi sekali manusia yang seperti ini, terlebih lagi sungguh merugi manusia yang tidak mampu melihat akan dirinya sendiri. Sekali lagi, masih banyak manusia yang tidak sadar akan kemampuannya. Bagaimana mungkin hal tersebut terjadi. Sejatinya manusia yang sadar akan kemampuannya akan begitu mudah menjalani kehidupan ini, kehidupan yang begitu keras adanya ini. Selain itu, kemampuan yang ia sadari mampu membantunya dalam meraih prestasi hidup yang telah ditargetkannya sebelumnya. Maka merugilah manusia yang tidak sadar itu. Tidak bisa disalahkan sepenuhnya memang manusia yang demikian itu, bahwa memang belumlah ia memiliki pemikiran yang begitu mendalam, serta hati yang begitu terbuka. Mungkin memang karena lingkungan hidupnya yang demikian yang membuatnya seperti itu.

Perlu untuk sedikit dibahas di sini bahwasannya yang dikatakan kemampuan manusia adalah derajat seseorang dalam konteks atribut fisik, fisiologi, psikologi dan kecerdasan di mana hal tersebut mampu menunjang kinerja. Selain itu, kemampuan manusia sebenarnya muncul dari orang tuanya, dalam arti kata lain pembawaan genetik. Kemampuan ini diturunkan secara genetik dari orang tua, sebagai contoh, seseorang yang memiliki orang tua olahragawan memiliki kecenderungan kemampuan untuk berolahraga lebih dari orang lain yang tidak memiliki orang tua seperti itu, sehingga kemampuannya tersebut menunjangnya dalam menjalani setiap program latihan yang ada. Oleh karena itu, kamampuan ini sangatlah penting perannya terhadap segala bentuk aktivitas manusia di dunia.

Manusia sangatlah perlu untuk senantiasa terus belajar mengasah kemampuannya ini. Belajar dari cara yang konvensional, seperti membaca buku, hingga cara yang begitu modern menjelajahi informasi melalui internet. Belajar dalam rangka meng-upgrade kemampuan diri akan meningkatkan kualitas diri juga secara otomatis. Jika hasil dari belajar tersebut adalah sebuah kegagalan, maka tidak layak manusia itu berhenti, justru haruslah ia menambah belajarnya demi kemampuannya tersebut. Dalam belajar, manusia memiliki alat yang telah diberikan Tuhan untuknya, alat belajar tersebut teramat-sangat luar biasa keberadaannya. Alat belahar yang dimaksud adalah panca indra manusia. Dalam rangka tercapainya niat meningkatkan kemampuan diri, manusia sekiranya perlu untuk memanfaatkan keseluruhan alat indranya tersebut ketika sedang belajar. Artinya, tidak hanya visual tentunya, peraba, perasa, pendengar pun perlu juga untuk diikutsertakan agar proses belajar terjalin dengan begitu maksimal. Belajar ini tidak perlu lagi diragukan oleh setiap manusia, karena ini adalah cara yang ampuh terkait peningkatan kemampuan, dank arena cara ini juga bersinggungan langsung dengan akal serta hati manusia.

Bagaimanapun, bagi manusia-manusia yang belum sadar akan kemampuannya sendiri perlulah adanya suatu tindakan yang berarti. Memang tidak bisa dipaksakan untuk langsung belajar, walaupun begitu hebat metode yang akan digunakan nantinya. Tidak, tidak bisa seperti itu. Sekiranya tindakan pertama yang harus diambil oleh mereka yang demikian itu adalah tindakan perenungan diri. Yah, manusia itu seyogyanya memang harus merenungi dirinya sendiri agar ia tahu tentang dirinya sendiri, baik-buruknya atau seperti apapun perangainya. Jika tidak, mustahil berbicara tentang peningkatan kemampuan. Dalam perenungan ini libatkan akal dan hati secara baik dan bijaksana, jangan sekalipun libatkan nafsu dalam diri. Akal akan membantu menggambarkan mana yang baik dan mana yang buruk, lantas hati akan membantu dalam pengambilan keputusan sebaik-baiknya. Perenungan yang seperti ini akan membuat manusia itu sadar akan dirinya, sehingga sadar pula perihal kemampuannya yang sesungguhnya. Langkah tindakan yang kedua barulah ia bisa memulai belajar menggunakan metode-metode yang ada. Akan tetapi perlu diingat bahwa tidak semua metode belajar meningkatkan kemampuan itu cocok dengan dirinya. Maka demikian, pilihlah metode belajar yang sesuai dengan keadaannya pada saat itu, maka niscaya manusia itu akan berada pada jalan yang benar. Tidak jauh dari tindakan tersebut, manusia juga seharusnya berupaya membentuk lingkungan positif yang mampu mendorongnya untuk maju. Mungkin sulit, namun yang jelas lingkungan positif ini adalah tindakan yang mampu menjaga manusia agar tidak keluar dari jalan kebenarannya untuk meningkatkan kemampuannya.


Kemampuan manusia perlu untuk ditindaklanjuti. Kemampuan tersebut janganlah hanya menjadi atribut luar manusianya saja, tapi juga jati dirinya sendiri agar manusia bisa merasakan melalui kemampuannya tersebut bahwa hidup ini memanglah punya makna. Makna yang manusia yakini kebenarannya. Manusia dan kemampuannya. 

Komentar