Telah berlangsung beribu-ribu tahun lamanya manusia hidup di dunia seolah-olah dipaksa untuk beradaptasi dengan segala perubahan yang ada. Nyatanya isi dunia sangat berpengaruh dengan kemampuan bertahan hidup manusia di dalamnya. Manusia yang mampu memeluk perubahan, akan sangat bisa bertahan hidup. Sebaliknya, manusia yang cenderung enggan untuk bersahabat dengan perubahan, maka tinggal menunggu waktu untuk perubahan tersebut melindasnya, mati dibuatnya. Namun, mampu memeluk di sini tidak hanya terwujudkan dalam bentuk suatu pemikiran atau kesadaran saja, karena hal itu tidaklah cukup membuat manusia untuk tetap hidup, melainkan perlu adanya suatu tindakan nyata untuk berubah mengikuti arusnya. Benar sekali, tindakan untuk perubahan.
Dalam bertindak, terus terang saja, manusia perlu untuk berhati-hati, apalagi jika tujuan tindakan tersebut jelaslah untuk suatu langkah dalam berkompromi dengan perubahan. Artinya, jika tindakan yang diambil itu tepat, tegaklah manusia berdiri tanpa ragu diterjang oleh angin kencang perubahan. Hal ini berbeda jika ia salah mengambil suatu langkah perubahan, terseak-seok lah ia dan bahkan jatuhlah ia oleh terpaan angin kencang perubahan tersebut. Maka demikian, tentunya harus bijaksana dalam bertindak menghadapi perubahan dunia ini. Bijaksana dalam bertindak dalam takaran akal manusia harus mengenal perihal baik dan buruknya suatu perkara. Manusia yang tak pandai memandang baik dan buruknya perkara juga akan kesulitan dalam mengimplementasikan aksi bijaksana. Mengukur baik dan buruknya perkara tidaklah mudah, membutuhkan pengamatan tentunya.
Tidak bisa dielakkan, seharusnya manusia dalam mengambil langkah bijaksana untuk beradaptasi dengan suatu perubahan sebelumnya berfikir terlebih dahulu, memprediksi perubahan itu sendiri. Perubahan hampir tidak mungkin terjadi secara tiba-tiba, mustilah ia muncul dengan sebelumnya ada tanda-tandanya. Pada tekanan ini, sudah pekakah manusia dengan tanda-tanda yang ada yang membentuk suatu perubahan lama-kelamaan? Dewasa ini, tanda-tanda perubahan bukanlah hal yang susah terlihat, banyak media informasi yang baik secara langsung maupun tidak langsung memaparkannya. Perihal data yang valid pun tentang tanda-tanda perubahan dunia saat ini ada dalam jangkauan tangan manusia. Dengan mudahnya mengetahui tanda-tanda perubahan tersebut melalui media informasi dan data, sungguh sangat mungkin manusia bisa mengolahnya untuk menjadi suatu formula, hingga akhirnya ia mampu memprediksi dan siap dengan apa yang akan terjadi kedepannya.
Setelah mengenali tanda-tanda perubahan dan memprediksinya kemudian, manusia hendaknya segera mengimplementasikannya. Hasil formula dari buah prediksinya adalah bekalnya untuk melaksanakan tindakannya. Tindakannya tersebut pun haruslah sesuai dengan prosedur atau langkah-langkah yang sebelumnya ia tetapkan, dan jangan sekali-kali untuk meniadakannya atau mengacuhkan satu langkah diantaranya. Langkah tindakan yang terstruktur adalah dalam rangka agar manusia mampu secara jelas mengamati dan mengontrol prediksinya tersebut apakah sudah tepat atau belum. Jika sudah tepat maka dapat dilanjutkannya hingga tujuan tindakan dapat digenggamnya, namun jika belum, perlu langkah evaluasi yang harus ditindaklanjuti, dengan sebelumnya juga sudah membuat protokol evaluasi yang akan diambil. Pengimplementasian tindakan guna menghadapi perubahan tidak menutup suatu rintangan. Perubahan adalah momok yang begitu kejam, tindakan seharusnya menjadi sesuatu yang melembutkan kekejaman tersebut. Tindakan untuk bersahabat dengan perubahan harus juga mampu menetralisir rintangan yang ada, bahkan jika bisa, menjadikan rintangan sebagai rekan akrab dalam bertindak. Makanya perlu keteguhan hati, serta keluasan akal sebagai alatnya.
Perlu untuk disimpulkan di sini bahwa perubahan tidak akan terelakkan. Bukan mengurung diri tentunya untuk menyelesaikannya, sebaliknya perlu untuk menjabat ramah perubahan yang ada dengan cara mengenali tanda-tanda perubahan sebelumnya dan memprediksinya. Serta dengan mengimplementasikannya tanpa melupakan tindakan evaluasi jika dibutuhkan. Hati dan akal peliharalah dengan baik dan bijak, maka mereka akan mengantarkanmu pada keselamatan dan kejayaan dalam suatu perubahan.

Komentar
Posting Komentar