Seperti halnya diorama pertunjukkan drama, kehidupan dunia yang apik ini menawarkan berjuta kisah drama, baik itu yang romantis maupun yang tragis, baik yang logis maupun yang mampu membuat akal teriris. Ingatlah manusia bahwa hidup tak selamanya perihal kenyamanan dan keindahan, dan harus diakui bahwa problematika kehidupan manusia adalah hal nyata yang harus dihadapi oleh insan manusia ini. Seringkali terlihat ada manusia yang mampu bangkit dan menghadapi drama permasalahan hidup, namun tidak jarang juga ada manusia yang justru malah tenggelam, terpuruk dan merelakan diri dihantam oleh masalah kehidupannya, lantas enggan untuk berdiri kembali. Celakalah manusia yang demikian. Itulah yang terjadi faktanya pada kehidupan manusia ini. Manusia sendiri yang menentukan.
Masalah kehidupan dalam kaitannya dengan manusia selalu hilir-mudik, kesana-kemari, seolah-olah sedang memilih undian manusia “beruntung” yang mana yang ia hinggapi. Menarik memang. Tapi perlu diingat, masalah datang bukan seperti bermain judi yang mana sangat acak untuk didapatkan, melainkan masalah datang lantaran ada penyebabnya. Inilah hukum kausalitas, sebab-akibat, dimana penyebabnya adalah ulah manusia itu sendiri. Manusia dalam menjalani kehidupan pastilah menyeret suatu resiko permasalah karena memang manusia hidup di dunia tidaklah sendiri, ia bersosial. Manusia makhluk sosial, gesekan masalah sangat dapat dipastikan muncul juga disana. Tapi itulah indahnya kehidupan manusia, masalah bukanlah alasan bagi manusia untuk tidak bersosial, justru masalah adalah alasan manusia untuk bersosial.
Dewasa ini masalah pada kehidupan manusia terwujud dalam berbagai macam hal. Telah deketahui yang mungkin menjadi momok yang paling menakutkan adalah permasalahan pada sektor ekonomi. Masalah ekonomi seringkali menjadi kambing hitam dari segala masalah yang lainnya. Ekonomi contohnya dapat menyebabkan kriminalitas dan kemiskinan. Tak sedikit manusia yang ada dunia ini yang mengalami permasalahan pada kehidupan ekonominya. Tak memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhannya. Yang Namanya kebutuhan haruslah dipenuhi, namun jika memiliki masalah pada perekonomian sehingga tidak mampu menutup segala kebutuhan, maka dapat dipastikan ia akan menghalalkan segala cara, termasuk kejahatan, parahnya jika tak mampu memenuhi kebutuhan, maka ia akan tewas, dihempaskan kehidupan yang begitu kejam. Selain itu, permasalah terkadang muncul dalam kehidupan pendidikan manusia. Dalam proses belajar, menjalani pendidikan, banyak manusia yang mengalami permasalahannya, seperti fasilitas yang didapatkan kurang memadai, atau bahkan ilmu yang diperoleh tidaklah cukup baik, sehingga mampu menyesatkan akhirnya. Lebih lagi perihal kesehatan. Teranglah organ tubuh manusia setiap hari pasti digunakan untuk beraktivitas. Jika digunakan terus-menurus tanpa jeda, alhasil oragan tubuh manusia tersebut layu juga, atau rusak juga. Keadaan kesehatan yang buruk adalah suatu permasalahan karena manusia tidak bisa beraktivitas. Kesehatan yang telah kronis ujung-ujungnya juga suatu masalah, yakni suatu kematian. Masalah, masalah dan masalah, hidup penuh dengan masalah. Itulah indahnya suatu kehidupan dengan milyaran masalahnya.
Cukup ironi jika membahas tentang permasalahan kehidupan ini, namun perlu disikapi secara bijaksana oleh akal dan hati bahwa setiap masalah yang ada pada kehidupan ini adalah suatu proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik. Barang siapa yang bisa melewati suatu permasalahan kehidupan, maka ia tentunya langsung berpredikat sebagai manusia yang lebih baik karena ia lebih kurangnya pasti belajar dari permasalahan tersebut. Di samping itu, pemikiran positif juga perlu diterapkan kepada pemahaman bahwa setiap masalah pastilah ada solusinya. Ingatlah manusia, masalah ini datangnya dari Tuhan, dan Tuhan tidak akan memberikan masalah melebihi batas kemampuan manusia tersebut. Analoginya, masalah ibaratnya adalah suatu ujian kenaikan kelas dari Tuhan, dan bobot ujian pasti bisa dikerjakan karena menyesuaikan batas kemampuan manusia pada waktu itu.
Hal tak terduganya dari mengatasi suatu permasalahan hidup adalah bahwa seringkali solusi dari setiap masalah yang ada itu datangnya dari bantuan manusia yang lain, dari orang lain, dari masyarakat. Telah diterangkan diawal tadi bahwa manusia adalah makhluk sosial dimana manusia pastilah membutuhkan bantuan manusia lain untuk hidup. Manusia tidaklah mampu untuk menjalani kehidupan seorang diri. Korelasinya dengan mengatasi masalah kehidupan tadi adalah bahwa selama manusia menjaga hubungan baik dengan sesamanya, maka manusia lain disekitarnya tidak akan segan membantunya secara sukarela tatkala ia mengalami kesusahan, menghadapi suatu permasalahan. Manusia secara harfiah dan hakikatnya akan membantu sesama manusia lain, fitrah manusia adalah simpati dan empati terhadap manusia yang lain. Oleh karenanya, manusia akan rela membantu manusia yang lain, suka rela, secara cuma-cuma tanpa berfikir perihal mendapatkan imbalan dari manusia yang bantu tersebut.
Inilah volunteerism, yang secara definisi berarti suatu praktik dalam membantu orang lain atau memberi manfaat kepada orang lain, baik dalam bentuk materi, waktu, fikiran maupun tenaga, tanpa berharap untuk dibayar atau mendapatkan suatu imbalan. Pantas kiranya volunteerism dilabeli sebagai salah satu solusi untuk mengatasi suatu permasalahan manusia di dunia ini. Namun, bukan berarti manusia yang mengalami suatu permasalahan berpangku tangan terhadap volunteerism, berharap orang lain ada yang mau membantunya. Tidak dibenarkan jika demikian karena manusia haruslah terlebih dahulu mengandalkan dirinya untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri. Jika ada manusia lain yang membantu anggaplah itu sebagai buah manis hasil dari kebaikannya sendiri pada masa sebelumnya. Volunteerism patutlah disorotkan kepada seluruh manusia agar sudi membantu tanpa pamrih manusia lain yang terkena musibah. Jika mengetahui manusia disekitarnya memiliki permasalah, akan sangat elok jika ia langsung membantunya, menolongnya, atau setidaknya mengurangi beban permasalahannya. Indahlah kehidupan manusia jika volunteerism ini selalu ditegakkan, kegotongroyongan dalam berkehidupan sosial akan memudahkan segala bentuk permasalahan. Jeratan permasalahan yang melilit manusia tidak akan sampai melukainya atau membunuhkan jikalau volunteerism menjadi kawan terbaik bagi manusia.
Volunteerism adalah bentuk kebermanfaatan sosial dari manusia, untuk manusia, oleh manusia. Jiwa sosial yang tinggi secara gamblang akan menstimulus manusia memiliki sensitifitas untuk bersimpati dan berempati yang tinggi. Maka tak heran volunteerism erat kaitannya dengan kehidupan sosial manusia. Manusia yang mana adalah makhluk sosial merupakan bentuk atau perwujudan secara alamiah perihal interaksi atau komunikasi. Manusia yang berinteraksi, berkomunikasi dengan kelompok sosial secara otomatis membangun dan mengibarkan panji-panji volunteerism di dalam akal dan hatinya. Tatkala volunteerism melekat erat pada benaknya, terpatri begitu dalam pada imajinya, melekatlah pula rasa persaudaraan, satu rasa yang sama dalam kelompok sosialnya. Volunteerism seperti kawan yang siap menolong akhirnya.
Hal-hal yang paling sederhana sebagai wujud nyata volunteerism adalah membuang sampah pada tempatnya, atau jika melihat sampah yang berserakan, secara suka rela membuangnya pada tempat sampah. Selanjutnya, membantu menyeberangkan jalan manusia renta yang akan tak bisa menyeberang jalan. Perlu diketahui, sampah tentunya adalah suatu permasalahan di kehidupan manusia, dan manusia yang memiliki sikap volunteerism tentunya telah mengetahui dan memahami permasalahan yang diakibatkan jika sampah itu tidak dibuang pada tempatnya, sehingga ia secara suka rela membuang sampah pada tempatnya. Pun demikian sama halnya dengan manusia renta yang akan menyeberang jalan tadi. Dan hal yang lebih besar lagi sebagai perwujudan volunteerism adalah dengan mengikuti kegiatan-kegiatan secara aktif menjadi relawan. Banyak sekali diluar sana program menjadi relawan yang diadakan oleh komunitas atau suatu organisasi masyarakat guna membantu, menolong dan memberi manfaat kepada orang lain. Manusia tak perlu risau jikalau ingin menjadi bermanfaat kepada orang lain, cukuplah ia terjun dalam kegiatan tersebut. Volunteerism menjadi peluang yang begitu besar bagi komunitas kepedulian, organisasi masyarakat untuk turut serta berkontribusi dalam mengurangi atau menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan manusia, baik dalam konteks permasalahan sosial, pendidikan maupun lingkungan. Permasalahan musti dilawan dan diselesaikan, jika tak bisa dihadapi seorang diri, maka volunteerism adalah pedoman untuk kebersamaan dalam menghadapi dan mengatasi permasalahan dalam kehidupan manusia dan masyarakat secara luas.

Komentar
Posting Komentar